Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara menghadapi dan mengatasi rasa jenuh, bosan, malas, hilang semangat, dan sejenisnya dalam proses kita belajar dan bermain musik. Ini berlaku untuk siapa pun yang sedang belajar musik ataupun yang berkarier di bidang musik, apa pun instrumen-nya. Bukan cuma untuk gitaris.

MENGENALI BEBERAPA PENYEBAB

Saya pernah mengalami jenuh saat harus menghadapi ujian karena harus berlatih lagu yang sama terus-menerus (soalnya sudah telanjur bayar uang ujian, sayang jika sampai tidak lulus). Begitu ujian rampung, sampai sekarang saya malas memainkan lagu-lagu itu lagi.

Situasi yang sama saya hadapi jika harus konser, baik solo maupun bersama kelompok. Ada lagu tertentu yang harus saya mainkan berkali-kali atas permintaan panitia atau minat penonton. Lagu-lagu ini pun harus saya latih terus. Bedanya dengan ujian, saya tidak bisa "meninggalkan" lagu-lagu itu karena permintaan selalu ada.

Saya kerap pula jenuh melihat gitar saat selesai mengajar. Terutama pada hari-hari di mana saya mengajar dari pagi sampai sore. Namun ini biasanya berlaku pada hari itu saja. Besoknya saya sudah ingin memainkan gitar lagi.

Jika ditambah pengalaman dari kawan-kawan maupun murid-murid, saya bisa simpulkan ada beberapa beberapa penyebab kejenuhan. Yakni:

* Anda hanya senang memainkan lagu yang itu-itu saja.

* Anda hanya memainkan jenis/gaya musik yang terus-menerus sama.

* Anda hanya memainkan instrumen musik yang sama.

* Anda tidak pernah mencoba jenis latihan baru atau membaca hal-hal baru yang berkaitan dengan gitar.

* Karena tidak ada pengembangan jenis latihan, maka kemampuan teknik Anda juga tidak berkembang, alias mandek.

* Tidak ada kawan sesama gitaris/musisi untuk berdiskusi atau bertukar pikiran. Karena kurang gaul, terkadang gitaris --terutama gitaris klasik yang terbiasa bermain sendirian--. bisa mengalami kesepian. Dan ini menurunkan semangat untuk bermain musik.

* Lingkungan yang tidak mendukung. Satu saja dari contoh ini Anda alami, sudah bisa mengurangi semangat Anda: ruangan berlatih kelewat sempit, suhu ruangan panas, kursi kelewat keras, penerangan tidak memadai, tubuh sedang tidak fit/sakit-sakitan, capek karena energi dan pikiran habis di kantor, ruangan terlalu bising oleh suara teve atau anak-anak berteriak-teriak, gitar yang sumbang dan menyakitkan jari, celetukan anggota keluarga atau teman yang tidak suportif (misalnya, "Musik apaan tuh? Nggak bagus. Bikin ngantuk...") .

* Anda seorang supesrtar. Anda sudah terlalu jago dan hebat. Semua teknik dan semua lagu yang mungkin dimainkan di gitar sudah Anda capai dan kuasai. Album rekaman Anda sudah berpuluh-puluh. Semuanya laris dan mendapat penghargaan. Anda merasa tidak ada lagi yang bisa dipelajari dan sudah tidak ada lagi tantangan baru. Pada situasi seperti ini, rasa jenuh bisa menyergap. Ini pernah dialami oleh para superstar di dunia seni, kendati tidak semuanya.

MENCOBA HAL-HAL BARU

Dengan mengenali berbagai penyebab tadi, ada beberapa hal yang bisa kita coba lakukan untuk mengurangi kejenuhan. Inilah beberapa di antaranya.

* Bongkar kembali gudang partitur Anda. Temukan lagu-lagu lama yang dulu pernah Anda coba mainkan (karena bagus) tapi terlalu sulit dan kemudian Anda tinggalkan. Kini cobalah pelajari kembali. Pengalaman saya, lagu-lagu lama yang sulit tadi kini sudah berkurang kesulitannya. Ini karena kemampuan Anda saat ini sudah lebih baik dibandingkan dulu saat pertama kali Anda mencoba memainkannya. Dan saya menemukan kebahagiaan kecil ketika saya mendapati diri saya kini sudah bisa memainkan lagu itu.

* Berburulah partitur baru. Cari lagu-lagu yang indah dan nyaman untuk Anda nikmati sendiri maupun untuk telinga pendengar awam. Pilih yang tidak terlalu sulit sehingga Anda lebih cepat menguasainya. Jangan tergantung pada lagu yang sudah Anda kenal dari rekaman (ini "penyakit" para pelajar gitar klasik). Carilah lagu yang sama sekali belum pernah Anda dengar!

* Atau sebaliknya, carilah lagu-lagu baru yang teknik-nya --dan sering pula notasinya-- tidak lazim. Biasanya dari komposer-komposer kontemporer (untuk gitar klasik, ada Koshkin, Dyens, York, Kleynjans, dan sebagainya). Pelajari teknik-teknik baru itu. Jika Anda kesulitan, tanya atau carilah seseorang yang bisa membantu Anda. Taklukkan lagu-lagu itu! Bagi penggemar tantangan, langkah ini bisa menghidupkan semangat.

* Pelajari atau mainkan jenis-jenis musik yang baru. Bila Anda selama ini lebih banyak berkutat di lagu-lagu standar gitar klasik, kenapa tidak mencoba mempelajari jazz, blues, atau musik etnik, misalnya? Sumber pelajaran bisa dari buku, internet, rekaman, atau berguru pada ahlinya. Pianis Jaya Suprana pernah menimba ilmu karawitan pada dalang almarhum Ki Nartosabdo. Gitaris John Williams dan cellist Yo-Yo Ma juga mempelajari musik-musik etnik. Grup musik pop The Beatles bahkan ke Indiauntuk belajar budaya dan musik tradisional India.

* Ikuti ujian. Saat ini berbagai sekolah musik di Indonesia menyediakan berbagai sistem ujian musik dengan sertifikat yang berskala lokal hingga internasional. Ikut ujian berarti harus belajar lagi dan berlatih secara khusus. Tentu saja, langkah ini hanya cocok untuk yang berani menghadapi tantangan.

* Jangan melulu mendengarkan musik gitar.. Dengarkan musik-musik dari instrumen lain, termasuk orkestra. Jangan batasi pada jenis musik tertentu. Dengarkan Iwan Fals, Rhoma Irama, Ebiet G. Ade, Chrisye, Vina Panduwinata, gambang keromong, degung Sunda, dan banyak lagi. Bahkan orkes klasik sekaliber London Symphony Orchestra pun telah memainkan karya grup rock seperti Queen dan Metallica.

* Cobalah mencari lawan main. Mulailah dari bermain duet (bisa dengan instrumen musik, bisa dengan vokal). Ada banyak partitur duet tersedia gratis di internet. Bagi yang terbiasa main sendirian, bermain duet memberi pengalaman baru yang menyenangkan. Tentu saja Anda juga boleh membentuk trio, kuartet, kuintet, dan seterusnya. Boleh juga bikin band dengan teman-teman di sekolah atau di kantor. Bergabunglah dengan berbagai komunitas musik atau seni lainnya. Ikuti kegiatan mereka, entah itu konser bareng atau sekadar diskusi informal.

* Buatlah ruangan tempat Anda sehari-hari berlatih atau bermain gitar menjadi tempat yang senyaman mungkin. Ingat, tempat berlatih ini tidak harus di rumah Anda sendiri. Jika situasi dan kodisi rumah tidak memungkinkan, Anda bisa saja menyewa studio latihan demi mendapatkan ruang berlatih yang nyaman.

* Tontonlah beragam konser. Jangan hanya konser gitar. Bisa saja konser jazz, atau grup-grup musik dari aliran yang beragam. Nikmati musik dan suasana konsernya.

* Beranikan diri untuk membuat aransemen sendiri, atau menciptakan komposisi baru. Ada kepuasan dan kebanggaan tersendiri jika kita bisa menghasilkan karya sendiri dan tidak tergantung pada karya orang lain. Tidak diperlukan lulusan universitas atau sekolah musik untuk bisa melakukannya. Yang penting ada tekad untuk mencoba serta bersedia membuka telinga untuk banyak mendengar beraneka jenis musik. Statistik menunjukkan -- di Indonesia maupun luar negeri-- mereka yang mencapai popularitas dan kesuksesan finansial di bidang musik umumnya tidak pernah belajar di sekolah musik formal.

* Yang terakhir, dan ini paling penting, cobalah jawab pertanyaan ini: apa sebetulnya tujuan kita bermain musik? Saya pribadi berpendapat, tujuan bermain musik adalah memberi kebahagiaan, baik bagi diri saya sendiri maupun kepada sesama manusia. Jika tujuan ini tercapai, maka kita tidak akan pernah merasa jenuh bermain musik. Bagaimana dengan Anda?

Nah, mudah-mudahan dengan berbagai saran di atas, kejenuhan tidak akan sempat berlama-lama menyergap kita. ***

Total Tayangan Laman

Aliran Musik

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.

Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

Musik klasik
Musik rakyat/musik tradisional
Musik keagamaan
Gambus
Kasidah
Nasyid
Blues
Jazz
Country
Rock
Pop
RnB
Musik populer
Musik dunia

halaman

Kamis, 02 Desember 2010 komentar

Musik Ragtime atau Cincang-Babi, adalah musik Amerika yang dipengaruhi oleh etnis Afrika-Amerika dan musik klasik Eropa. Musik ini mulai terkenal di daratan Amerika sekitar tahun 1890 hingga 1920. Musik ini mempuyai tempo atau irama yang cepat dengan dominasi sinkopasi, namun ada juga yang berirama agak lamban.
Biasanya musik ini dimainkan khusus dengan piano, gaya cincang-babi, dan para pianis dan pencipta antara lain Scott Joplin (1868-1917), James Scott (1885-1938), dan Joseph Lamb (1887-1959).

Musik Country sering diidentitaskan dengan musik cowboy (penggembala sapi). Musik ini lahir pada rekaman permainan biola country John Carson dengan rekaman "Little Log Cabin in the Lane" oleh Okeh Records pada tahun 1923. Kemudian lahir rekaman oleh Columbia pada tahun 1924 "Old Familiar Tunes". Seperti diketahui steel guitar masuk country pada tahun 1922, di mana Jimmie Tarlton bertemu dengan Hawaiian guitarist Frank Ferera pada pantai barat Amerika.


komentar

Poskan Komentar